Currently Empty: $0.00
Tips & Tricks
TOEFL iBT vs TOEFL PBT: Bedanya dan Sebaiknya Anda Pilih Mana?
Banyak orang yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri atau melamar pekerjaan masih bingung ketika mendengar istilah TOEFL iBT dan TOEFL PBT. Keduanya sama-sama merupakan tes kemampuan bahasa Inggris, tetapi memiliki tujuan, format, sistem penilaian, dan tingkat pengakuan yang berbeda.
Kesalahan memilih jenis TOEFL dapat berakibat serius. Ada peserta yang telah memperoleh skor tinggi pada satu jenis TOEFL, tetapi ternyata sertifikat tersebut tidak memenuhi persyaratan universitas atau institusi yang dituju. Oleh karena itu, memahami perbedaan TOEFL iBT dan TOEFL PBT menjadi langkah penting sebelum mendaftar ujian.
Apa Itu TOEFL?
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris, terutama dalam lingkungan akademik. Tes ini banyak digunakan oleh universitas, lembaga beasiswa, instansi pemerintah, dan perusahaan di berbagai negara.
Saat ini, dua jenis TOEFL yang paling sering dikenal masyarakat adalah TOEFL iBT (Internet-Based Test) dan TOEFL PBT (Paper-Based Test).
Apa Itu TOEFL iBT?
TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah versi TOEFL yang dikerjakan menggunakan komputer dan terhubung melalui internet.
TOEFL iBT dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) dan menjadi standar internasional yang diakui oleh ribuan universitas di seluruh dunia.
Tes ini mengukur empat kemampuan utama bahasa Inggris, yaitu:
- Reading
- Listening
- Speaking
- Writing
Karena mencakup kemampuan berbicara dan menulis secara aktif, TOEFL iBT dianggap mampu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan akademik peserta.
Siapa yang Membutuhkan TOEFL iBT?
TOEFL iBT umumnya diperlukan untuk:
- Pendaftaran universitas di Amerika Serikat.
- Kuliah di Kanada.
- Beberapa universitas di Eropa.
- Program beasiswa internasional.
- Program pertukaran pelajar.
- Beberapa kebutuhan visa dan pendidikan internasional.
Apa Itu TOEFL PBT?
TOEFL PBT (Paper-Based Test) merupakan bentuk TOEFL yang dikerjakan menggunakan kertas dan pensil.
Dalam praktiknya, banyak masyarakat Indonesia juga mengenal istilah TOEFL Prediction Test atau TOEFL Like Test yang formatnya menyerupai TOEFL PBT. Tes seperti ini sering digunakan oleh universitas atau lembaga bahasa untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris, tetapi hasilnya tidak selalu diakui sebagai sertifikat TOEFL internasional.
TOEFL PBT pada umumnya menguji tiga kemampuan utama:
- Listening Comprehension
- Structure and Written Expression
- Reading Comprehension
Berbeda dengan TOEFL iBT, TOEFL PBT tidak memiliki bagian Speaking, dan kemampuan Writing biasanya hanya diujikan pada bentuk atau penyelenggaraan tertentu.
Perbedaan TOEFL iBT dan TOEFL PBT
| Aspek | TOEFL iBT | TOEFL PBT |
|---|---|---|
| Media Tes | Komputer (Internet) | Kertas dan pensil |
| Penyelenggaraan | Resmi oleh ETS atau pusat tes resmi | Terbatas; di Indonesia lebih sering berupa TOEFL Prediction/Institutional |
| Reading | Ada | Ada |
| Listening | Ada | Ada |
| Structure/Grammar | Terintegrasi dalam kemampuan bahasa | Ada bagian khusus Structure and Written Expression |
| Speaking | Ada | Tidak ada |
| Writing | Ada | Terbatas, tergantung jenis tes |
| Skor | 0–120 | 310–677 (PBT klasik) |
| Pengakuan Internasional | Sangat luas | Terbatas, tergantung kebutuhan dan jenis tes |
Mana yang Lebih Sulit?
Tidak ada jawaban yang mutlak karena tingkat kesulitan bergantung pada kemampuan masing-masing peserta.
Namun, banyak peserta menganggap TOEFL iBT lebih menantang karena menguji empat keterampilan bahasa secara lengkap, termasuk Speaking dan Writing yang memerlukan kemampuan menyampaikan ide secara langsung dalam bahasa Inggris.
Sementara itu, TOEFL PBT lebih banyak menekankan kemampuan memahami tata bahasa, membaca, dan mendengarkan.
Mana yang Lebih Diakui?
Untuk keperluan studi di luar negeri, TOEFL iBT umumnya menjadi pilihan utama karena diterima oleh ribuan universitas di berbagai negara.
Sebaliknya, TOEFL PBT atau TOEFL Prediction lebih sering digunakan untuk:
- Persyaratan kelulusan di beberapa perguruan tinggi.
- Seleksi internal perusahaan.
- Persyaratan administrasi tertentu.
- Evaluasi kemampuan bahasa Inggris.
Karena itu, sebelum mengikuti tes, calon peserta harus memastikan jenis sertifikat yang diminta oleh universitas, perusahaan, atau lembaga tujuan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Mengira semua jenis TOEFL memiliki pengakuan yang sama.
- Tidak memeriksa persyaratan universitas tujuan.
- Mengikuti tes hanya karena biayanya lebih murah.
- Kurang memahami format soal sebelum ujian.
- Tidak berlatih menggunakan simulasi atau mock test.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan peserta harus mengulang tes, mengeluarkan biaya tambahan, dan kehilangan waktu.
Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri?
Persiapan yang baik tidak hanya berfokus pada penguasaan grammar. Peserta juga perlu meningkatkan:
- Vocabulary (kosakata akademik).
- Reading comprehension.
- Listening skills.
- Speaking (khusus TOEFL iBT).
- Writing akademik (khusus TOEFL iBT).
- Manajemen waktu saat mengerjakan soal.
- Strategi menjawab setiap jenis pertanyaan.
Mengikuti program persiapan bersama tutor yang berpengalaman juga dapat membantu peserta memahami pola soal, mengidentifikasi kelemahan, serta meningkatkan peluang memperoleh skor sesuai target.
TOEFL iBT dan TOEFL PBT memiliki tujuan yang sama, yaitu mengukur kemampuan bahasa Inggris, tetapi keduanya berbeda dari segi format, materi yang diujikan, sistem penilaian, dan tingkat pengakuannya.
Jika tujuan Anda adalah kuliah di luar negeri, mengikuti program beasiswa internasional, atau mendaftar ke universitas yang mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris internasional, maka TOEFL iBT umumnya merupakan pilihan yang lebih tepat.
Sebaliknya, apabila kebutuhan Anda adalah memenuhi persyaratan internal kampus, seleksi pekerjaan tertentu, atau sekadar mengukur kemampuan bahasa Inggris, TOEFL PBT atau TOEFL Prediction dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai.
Sebelum mendaftar tes, pastikan Anda telah memeriksa persyaratan dari institusi tujuan. Dengan memilih jenis TOEFL yang tepat dan melakukan persiapan secara matang, peluang untuk mencapai target skor akan semakin besar dan Anda dapat menghindari kesalahan yang dapat menghambat rencana studi maupun karier di masa depan.
![]()